Penulis: Fidelis | Editor: Felis
KABARLEBONG.COM – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Bupati Lebong Azhari menegaskan komitmen membangun Kabupaten Lebong secara adil dan merata melalui penguatan infrastruktur yang mendukung konektivitas wilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Gubernur Bengkulu ke Kabupaten Lebong pada Sabtu (7/2/2026), yang dirangkaikan dengan peresmian pembangunan infrastruktur pascabencana Provinsi Bengkulu tahun 2025 berupa pengamanan badan jalan (dinding berlapis) di Kelurahan Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang.
Kegiatan peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Lebong Bambang ASB, unsur Forkopimda, serta jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Lebong sebagai bentuk dukungan bersama dalam percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan pembangunan infrastruktur pascabencana menjadi langkah strategis untuk memulihkan mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur pasca bencana merupakan langkah strategis untuk memulihkan akses transportasi, meningkatkan keamanan pengguna jalan, serta mendorong kembali ekonomi masyarakat,” ujar Helmi Hasan kepada KabarLebong.com.
Ia berharap infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lebong Azhari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Lebong, terutama dalam upaya mitigasi bencana dan menjaga konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan pengamanan badan jalan ini sangat penting dalam mengantisipasi dampak bencana serta menjaga keberlanjutan konektivitas antar wilayah,” kata Azhari.
Menurutnya, pembangunan jalan dan infrastruktur yang berkualitas akan mempermudah konektivitas antar kecamatan dan desa.
“Selain itu juga pembangunan jalan dapat meningkatkan keamanan transportasi, menekan biaya distribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan Kabupaten Lebong,” tutur Azhari.










